Senin, 15 Mei 2017

Amplodipin





by : dr.Ilham Hariaji,MBiomed 

Amlodipin merupakan golongan penghambat kanal kalsium atau calcium cannel bloker yang merupakan derivat dehiropiridin. Amlodipin saat ini digunakan sebagai antihipertensi dan golongan obat yang digunakan pada gagal jantung. Sebagai obat antihipertensi Amlodipin merupakan salah satu pilihan pertama.
Kelebihan Amlodipin dibandingkan derivat dehidropidin lain (nifedipin, nikardipin) adalah bioavailabilitas yang tinggi, waktu paruh yang panjang sehingga cukup digunakan 1 kali sehari saja, serta tidak mempengaruhi kadar digoksin dan tidak dipengaruhi oleh simetidin. Selain itu juga Amlodipin sebagai golongan pengahambat kanal kasium generasi baru penggunaan relatif aman dan memiliki selektifitas yang tinggi, sifat vaskuloselektif menguntungkan karena minimal mempengaruhi nodus AV dan SA, menurunkan resistensi perifer tanda banyak menganggu fungsi jantung yang berarti, dan relatif aman bila dikombinasikan dengan β-Bloker. Kadar puncak dicapai dengan cepat (rata-rata 10 menit) hal ini bagai pisau bermata dua, di satu sisi baik digunakan pada krisis hipertensi, di sisi lain dapat menyebabkan iskemia jantung dan otak, namun hal ini dapat diatasi dengan sediaan lepas lambat (Slow Release/SR) atau dimulai dengan dosis minimal. Amlodipin tidak mempengaruhi metabolik baik terhadap lipid, glukosa dan asam urat.
Obat ini baik absorpsinya bila dikonsumsi peroral, terlebih Amlodipin yang minimal mengalami metabolisme lintas pertama dihati, pemberiannya sebaiknya dikunyah kemudian di telan, sedangkan pemberian sublingual tidak mempercepat pencapaian efek maksimal.
Amlodipin dimetabolisme di hati sehingga harus hati-hati pada gangguan hati dan pada usia lanjut, sedangkan ekresinya sangat sedikit sekali melalui ginjal sehingga pada gangguan ginjal tidak perlu penyesuaian dosis.
Efek samping yang sering terjadi adalah hipotensi dan iskemia jantung dan serebral oleh sebab itu sebaiknya diberikan mulai dari dosis minimal dan jangan dikonsumsi melebihi dosis yang ditentukan. 
Di pasar obat Indonesia tersedia Amlodipin dalam sedian tablet 5 mg dan 10 mg dosis dapat diberikan mulai dari 2,5 mg 1 kali sehari sampai 10 mg 1 kali sehari. Karena mula kerja obat ini relatif cepat, sebaiknya obat ini dikonsumsi pada malam hari sebelum tidur untuk menghindari efek samping berupa hipotensi. 

Bahan Pustaka
Nafrialdi. Antihipertensi. Farmakologi dan Terapi FK UI Edisi 5. 2008 ; 358-60.
Suyatna FD. Antiangina. Farmakologi dan Terapi FK UI Edisi 5. 2008 ; 368-72.
http://hexpharmjaya.com/assets/upload/e4639-amlo-gr.jpg

0 komentar:

Posting Komentar