Minggu, 16 April 2017

Peran Glibenklamid Pada Diabetes Melitus Tipe II

By: dr.Ilham Hariaji, MBiomed 
Glibenklamid merupakan golongan sulfonilurea generasi II yang bekerja memicu sekresi insulin dengan cara :
  1. Meningkatkan sekresi insulin oleh sel beta pankreas
  2. Meningkatkan performance dan jumlah reseptor insulin pada otot dan sel lemak.
  3. Meningkatkan efisiensi sekresi insulin dan potensiasi stimulasi insulin transpor karbohidrat ke sel otot dan jaringan lemak.
  4. Penurunan produksi  glukosa oleh hati
  5. Cara kerja pada umumnya melalui suatu alur kalsium yang sensitif terhadap ATP.
Glibenklamid merupakan obat pilihan pada pasien diabetes melitus tipe 2 dengan berat badan normal dan kurang  serta tidak pernah mengalami ketoasidosis sebelumnya. Namun pada penggunaan klinik glibenklamid merupakan pilihan kedua setelah pengobatan tunggal dengan golongan biguanid (metformin) gagal mengendalikan kadar gula darah. Glibenklamid sangat baik di absorbsi melalui saluran cerna dan absorbsinya maksimal dalam keadaan perut kosong sehingga direkomendasikan untuk dikonsumsi 30 menit sebelum makan utama, namun karena merupakan agen hipoglikemik yang poten oleh karenanya pasien perlu diingatkan untuk mengatur dengan ketat jadwal makanannya sehingga tidak terjadi hipoglikemik. Proses metabolisme terjadi di hati sedangkan proses ekresinya melalui ginjal, oleh karena itu glibenklamid tidak dianjutkan pada gangguan ginjal dan hati berat.
Dosis dan sediaan yang ada dipasaran adalah dalam bentuk tablet 2,5 mg dan 5 mg dengan dosis awal 1 kali sehari dimulai dengan dosis paling kecil. Efek samping yang sering terjadi adalah hipoglikemia dari mulai ringan sampai terjadinya koma, sering terjadi pada pasien yang tidak disiplin dalam mengatur jadwal makannya, interaksi akibat penggunaan yang bersamaan dengan insulin, alkohol, femformin, sulfonamid, salisilat dosis besar juga dapat menimbulkan hipoglikemia. Gejala gastrointestinal juga sering muncul berupa mual, muntah, dan diare. Gejala susunan saraf pusat seperti vetigo, bingung, ataksia dan sebagainya.Gelaja yang lain dapat berupa gejala hematologi dan gejala hipotiroid.

Daftar Pustaka
Suegondo S. Prinsip pengobatan diabetes,insulin dan obat hipoglikemik oral.Penatalaksaan diabetes melitus terpadu  FK UI. 2005;122-3
Suherman KS. Insulin dan antidiabetik oral.Farmakologi dan terapi FK UI, Edisi 5.2008;490-1

0 komentar:

Posting Komentar